Bagaimanakah kita akan membela dan menjaga diri kita sendiri dari polisi dan kekerasan negara?
Well, sebaiknya kita mulai berhenti mengeluh tentang bagaimana semuanya menjadi buruk dan ketidakpunyaan kita akan kuasa pada diri sendiri, lalu mulai membentuk sebuah geng. Sebagai taktik untuk memperluas kekuatan dan otonomi kita.
Geng adalah sebuah kelompok pertemanan yang didasari atas kepercayaan sepenuhnya. Para sahabat yang saling mempercayai pada keamanan dan kehidupan yang dijalani. Sebagian orang menyebutkan bahwa pembentukan geng ini mirip dengan pembentukan kelompok affiniti, tapi untuk menghindari kebingungan perbedaan antara kelompok aksi aktivis dengan aksi kelompok orang yang memilih perang sosial sebagai satu-satunya pilihan, saya memilih menggunakan kata 'crew/geng'.
Geng adalah sebuah kelompok yang mempunyai tujuan untuk memperluas keberadaan mereka sebagai individu ataupun kelompok. Apabila orang lain mulai menyadari kekuatan pada diri sendiri sebagai individu dan juga bagian dari komunitas, kekuatan polisi dan peradilan akan melemah sendirinya. Seperti yang terjadi di komunitas berkebun manapun. Orang-orang mulai menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan makanan mereka sendiri dan membantu orang lain untuk mendapatkan makanannya sendiri seperti yang mereka pernah lakukan, dan lalu mereka melihat apa-apa yang bisa mereka perbuat dengan hanya delapan orang di kelompok mereka. Delapan anggota kelompok itu mulai berkembang jumlah menjadi dua puluh satu orang, lalu membesar menjadi lima puluh lima orang, sampai seratus tiga puluh sembilan orang. Pembentukan geng bisa dibentuk dimana saja: di sekolah, di jalan, dan bahkan di sebuah kantor pekerjaan.
Ketika sudah banyak orang menyadari kemampuan mereka untuk mengendalikan kehidupan mereka sendiri, mereka, bersama yang lain, bisa menjadi kelompok ancaman sesungguhnya. Kelompok yang terbentuk secara natural, tidak seperti pemilihan suara yang hanya hadir sebagai pengalih perhatian akan letak kekuasaan kita yang sesungguhnya —ada pada kendali kita sendiri. Bukan di kelompok pria tertentu, bukan di kelompok perempuan tertentu, bukan di negara manapun, tapi di tangan kita sendiri. Mereka yang berperan dalam permainan pengorganisiran kelompok hirarkis mengetahui hal ini. Mereka yang mendapat keuntungan dari peraturan- peraturan yang diterapkan kepada kita —politisi, bisnismen, polisi, hakim, dan masih banyak lagi– awalnya mereka mengorganisir sendiri sebagai kekuatan fisik dan material yang mampu merubah segala hal, menggerakkan segala hal, dan menguasai segala hal. Dalam hal ini, geng hadir sebagai kekuatan kontra kepada siapapun yang mempunyai tujuan mengekalkan posisi majikan dan budak.
Geng dapat menempatkan dirinya sebagai penjagaan diri kita dari mereka yang menginginkan untuk melihat kita terus menderita dan diperlakukan semena-mena dalam sebuah pekerjaan. Merekalah yang menginkan kita tetap bekerja untuk hal-hal yang kurang penting. Merekalah yang menginginkan kita untuk terus membohongi diri kita sendiri, mengatakan bahwa kita bekerja selama ini agar keluarga dan anak-anak kita bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik daripada kehidupan diri kita sekarang. Geng bisa mencuri dari perusahaan besar dan membagi-bagikan makanan dan pakaian gratis ke semua orang. Mereka juga bisa merampas uang dari siapapun yang memilikinya dan menyerahkan uang itu pada sentral komunitas, komunitas pendidikan gratis independen, dan pada projek-projek otonom lainnya. Pembentukan geng adalah sebagai kekuatan untuk melawan siapapun yang ingin melihat kita berada dibalik terali penjara tertentu atau dalam peti mati tertentu berdasarkan warna kulit kita ataupun seberapa banyak uang yang kita punya.
Geng dibentuk agar kita dapat mendekati dan mengawasi polisi, ketika polisi itu memperlakukan seseorang secara tidak baik hanya karena meminum beer dimuka umum. Para anggota geng berdiri saling berdampingan seraya melawan polisi jalan raya yang mencoba untuk menilang seseorang di komunitas. Geng dapat menghentikan seorang pencuri yang mencoba mencuri mobil tetangga. Para anggota geng membantu membangun kekuatan komunitasnya pada jalan untuk membuat setiap polisi bahkan tidak mau membuntuti seseorang sampai daerah komunitasnya untuk sekedar menilang hanya karena plat nomer yang belum diperpanjang. Anggota geng tidak mencuri satu sama lain; mereka ada bukan untuk saling menjatuhkan. Mereka mencuri dari yang berpunya dan memberikannya pada yang tidak punya. Mereka menyadari bahwa musuh-musuh utama mereka adalah siapapun yang mengingikan untuk mempunyai kuasa atas kehidupan orang lain, juga menjadikan kita dan orang yang kita cintai sebagai budak pesuruh mereka.
Geng tidak melakukan hal-hal semacam itu karena kami mempercayai bahwa kami telah merampas dan melampaui pembentukan imaji-imaji moralitas saat ini. Kami tidak berusaha untuk menciptakan nilai-nilai dasar moralitas baru, atau membuat aturan mana yang "benar" dan mana yang "salah". Kami melakukan hal-hal semacam itu untuk mendapatkan kuasa atas kehidupan kami sendiri dan yang lebih jauhnya untuk kekuasaan kita, seperti kekuasaan penuh masyarakat yang telah hilang terampas oleh pemerintah.
“There are those who get indignant and those who take note, those who denounce and those who get organized. We are among those who get organized.... We are not afraid of forming gangs and can only laugh at those who would decry us as a mafia.” —The Call
No Comments Yet...